Mengapa harus bercadar? - Rijalun Sholih

Mengapa harus bercadar?



Mengapa harus bercadar?

Pertanyaan :

Ketika kita di tanya kenapa kita menggunakan cadar? Padahal ketika tidak menggunakan cadar kita kelihatan cantik. Mohon dibantu untuk menjawab pertanyaan seprti itu supaya tidak terkesan menggurui dan tidak menyakiti. Syukron Sebelumnya.

Mariya, Sidoarjo Jawa timur.

Jawab :

Perintah menutup aurat

Didalam Al-Qur'an, Allah subhanahu wata'ala memerintahkan kaum muslimah untuk menutup aurat mereka. Dengan berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya auratnya, kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.
(Qs. An-Nur: 31)

Sebab turun ayat ini, ‘Aisyah Radhiallahu’anha berkata:

مَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ ( وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا

“ketika turun ayat ini: (Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka).” mereka (para sohabiyah) merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” (HR. Bukhari 4759)

Hukum menggunakan cadar

Tentang hukum menggunakan cadar ada ikhtilaf ulama didalamnya, sebagian mengatakan wajib dan sebagian yang lain mengatakan Sunnah. Namun demikian, mereka semua sepakat bahwa cadar adalah solusi terbaik untuk menutup pintu fitnah.

Al Allamah Ibnu Abidin berkata:

تُمنَعُ من الكشف لخوف أن يرى الرجال وجهها فتقع الفتنة ، لأنه مع الكشف قد يقع النظر إليها بشهوة

“Terlarang bagi wanita menampakan wajahnya karena khawatir akan dilihat oleh para lelaki, kemudian timbullah fitnah. Karena jika wajah dinampakkan, terkadang lelaki melihatnya dengan syahwat” (Hasyiah ‘Alad Durr Al Mukhtaar, 3/188-189).

Al Imam Muhammad ‘Alaa-uddin berkata:

وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وقدميها في رواية ، وكذا صوتها، وليس بعورة على الأشبه ، وإنما يؤدي إلى الفتنة ، ولذا تمنع من كشف وجهها بين الرجال للفتنة

“Seluruh badan wanita adalah aurat kecuali wajah, telapak dan punggung telapak tangan dalam satu riwayat. Demikian juga suaranya. Namun bukan aurat jika dihadapan sesama wanita. Jika cenderung menimbulkan fitnah, dilarang menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki” (Ad Durr Al Muntaqa, 81).

Anjuran ini berlaku untuk wanita secara umum, lebih-lebih lagi bagi wanita muda dan berparas cantik

Imam Al-Qurthubi menukil perkataan Ibnu khuwaiz :

قال ابن خُويز منداد ــ وهو من كبار علماء المالكية ـ : إن المرأة اذا كانت جميلة وخيف من وجهها وكفيها الفتنة ، فعليها ستر ذلك ؛ وإن كانت عجوزًا أو مقبحة جاز أن تكشف وجهها وكفيها

“Ibnu khuwaiz Mandad – ia adalah ulama besar Maliki – berkata: Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi, 12/229).

Wallahu a'lam.

✍ Ustadz Dody Kurniawan
Join Grup WhatsApp

No comments:

Post a Comment