Kapan Ucapan "Subhanallah" dan "Masya Allah" Yang Tepat - Rijalun Sholih

Kapan Ucapan "Subhanallah" dan "Masya Allah" Yang Tepat

Grup WA "Rijalun Sholih"

⚔⚔⚔⚔⚔🛡⚔⚔⚔⚔⚔

Ucapan "Subhanallah" dan "Masya Allah" Yang Tepat

_____________

Pertanyaan :

Assalaamualaikum.
Mau tanya Ustadz, letak penggunaan kata "subhanallah" dan "Masya Allah" yang benar itu seperti apa?.
Syukron.

Jawab :

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.

Secara bahasa, kata Subhanallah (سبحان الله) artinya, “Maha Suci Allah”. Sedangkan Masya Allah (ماشاء الله) berarti, “Atas kehendak Allah”.

Dari pengertian ini, sebagian kaum muslimin membedakan antara dua kalimat diatas pada tempatnya masing-masing, serta menganggap tidak boleh di campur aduk satu dengan yang lainnya.

Mereka mengatakan, Kata "Subhanallah" diucapkan untuk mensucikan Allah dari segala keburukan, kekurangan dan cacat. Sedangkan kata "Masya Allah" diucapkan ketika melihat kejadian - kejadian yang menakjubkan saja.

Dilihat dari sisi ini, Sekilas pendapat diatas mungkin bisa dibenarkan. Namun menurut kami pendapat yang lebih tepat Allahu a'lam  kedua kalimat diatas tidak dibedakan, keduanya boleh diucapkan dalam semua keadaan.

Perhatikan firman Allah Subhanahu wata'ala berikut ini :

ِسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al - Isro' : 1).

Ayat diatas berbicara tentang kemahakuasaan Allah, kalo dilihat dari sisi bahasa saja maka penggunaan kata "Subhanalladzi" dalam ayat di atas adalah kurang tepat, karena perjalanan dari Masjidil harom menuju Masjidil Aqsho yang begitu jauh kemudian ditempuh hanya dengan waktu semalam saja adalah hal yang besar (luar biasa), yang membuat kagum setiap orang yang mendengarnya.
Tapi justru sebaliknya, dalam ayat di atas Allah subhanahu wata'ala Malah mengucapkan kata "Subhanalladzi" ( maha suci Allah ). Padahal ayat tersebut tidak berbicara tentang cacat atau kekurangan yang dimiliki oleh Allah Subhanahu wata'ala.
Hal serupa juga disebutkan oleh Allah Subhanahu wata'ala dalam surat Al - a'la ayat pertama.

Begitu juga dengan hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, yakni kisah tentang Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang berpapasan dengan Nabi shollallhu 'alaihi wa sallam sedangkan ia dalam kondisi junub.
Abu Hurairah menghindar dari Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam lalu pergi mandi tanpa pamit kepada Rosulullah.
Setelah dia (Abu Hurairah) kembali, lalu Nabi bertanya, mengapa tadi kamu pergi. Abu Hurairah berkata, “Aku junub, dan aku tidak suka duduk bersama anda dalam keadaan tidak suci.” Kemudian Nabi SAW bersabda,

سُبْحَانَ اللَّهِ! إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ

“Subhanallah! ( Maha suci Allah ) Sesungguhnya muslim itu tidak najis.” (HR. Bukhari 279).

Perhatikan hadits diatas, Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan kata "subhanallah" karena heran dengan sikap Abu Hurairah, yang bila dipahami secara bahasa saja maka dalam konteks ini lebih cocok digunakan kata "Masya Allah".

Begitupula Sebaliknya, Allah justru memerintahkan mengucapkan kata "Masya Allah" bukan kata "Subhanallah" ketika kagum dengan sesuatu hal. Allah berfirman didalam surat al-Kahfi,

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Masya Allah" (atas kehendak Allah) semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (QS. al-Kahfi: 39).

Dari pemaparan diatas, maka sebaiknya kita tidak perlu bingung kalimat mana yang harus kita ucapkan diantara dua kalimat tersebut, karna yang diinginkan dari kalimat tersebut adalah berdzikir kepada Allah Subhanahu wata'ala dalam semua keadaan. Sebagaimana firman-Nya :

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

"yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi". (QS, Ali 'Imran : 191).

Allahu a'lam bishowab.

✍ Ustadz  Dody Kurniawan

Grup WA "Rijalun Sholih"

⚔⚔⚔⚔⚔🛡⚔⚔⚔⚔⚔

Minhunna Nabda' Ilal Aqsho Naltqi

Join Grup WhatsApp

No comments:

Post a Comment